Kamis, 28 Maret 2013

Cara Menghitung Harga Pemakaian Listrik Sebuah Perangkat Elektronik Per Bulan

Komputer saya menggunakan speaker 2.1 merek Logitech yaitu Logitech Z103, dari keterangan di dusnya, RMS-nya adalah 17 watt, RMS subwoofer-nya 9 watt dan RMS total kedua speaker satelitnya adalah 8 watt. Nah, tadi saya penasaran kalau saya cuma memasang speaker satelit-nya saja langsung ke komputer, berapa banyak sih uang yang saya hemat dalam sebulan ? Saya menggunakan komputer hampir tiap hari, dan dalam sehari kira-kira komputer saya menyala sekitar 16 jam. Setelah browsing-browsing saya pun akhirnya tahu bagaimana cara menghitungnya, 9 watt itu = 0.009 kWh, cara menghitungnya adalah 9 watt dibagi 1000, dan harga 1 kWh itu menurut artikel yang saya baca disini adalah 605 rupiah (rumah saya kalau tidak salah menggunakan daya 900 VA). Jika saya menggunakan speaker-nya selama 16 jam sehari, maka untuk 1 bulan biaya yang harus saya keluarkan adalah 0.009 x 605 x 16 x 30 = Rp. 2,613.6, ternyata saya hanya akan menghemat segitu kalau subwoofer-nya tidak saya pakai, hmm.. kalau gitu saya colokkin lagi ah subwoofer-nya.. :)

Cara Memperbaiki Tabulet Tabz Z1S Yang Tidak Bisa Masuk Menu Dengan Cara Factory Reset Di Android System Recovery

Dulu saya membeli tablet Android ICS murah meriah merek Tabulet yaitu Tabz Z1S, dulu saya beli dengan harga kurang dari 700 ribu rupiah (harga diskon). Hanya pada awal-awal saja sih saya sering menggunakan tablet tersebut, kesininya sih hanya kadang-kadang saja. Nah.. beberapa hari yang lalu pada saat saya nyalakan tabletnya dari kondisi mati, kok booting-nya lama sekali, tidak seperti biasanya, tampilannya terus berada di tampilan logo Android dan tidak bisa masuk menu login untuk masuk ke tampilan home screen. Dulu saya pernah browsing-browsing dan masalah seperti itu dikenal dengan istilah bootloop. Beberapa hari yang lalu saya sempat men-download firmware-nya di situs Tabulet, niatnya sih mau saya flash ulang, tapi tadi pas browsing-browsing lagi saya menemukan cara lainnya yaitu dengan cara reset ke setelan pabrik (factory reset) melalui menu Android System Recovery.

Cara Install Applet Di Linux Mint (Cinnamon)

Setelah pada artikel sebelumnya saya membahas tentang apa itu applet dan desklet, di artikel kali ini akan saya ajarkan kepada anda bagaimana caranya meng-install sebuah applet di sistem operasi Linux Mint anda yang menggunakan Cinnamon. Versi Linux Mint yang saya gunakan adalah Linux Mint 14, dan pada contoh ini saya akan meng-install sebuah applet bernama Network Speed Monitor yang fungsinya sesuai namanya tentunya yaitu memonitor kecepatan traffic jaringan. Silahkan download dulu file applet-nya lalu anda ekstrak, lalu copy folder bernama netspeed@adec yang ada di dalamnya, kemudian klik File System lalu buka folder usr > share > cinnamon, lalu klik kanan di folder applets kemudian pilih menu Open as Root, silahkan ketikkan password root anda, lalu paste-kan folder yang tadi anda copy.

Apa Itu Applet & Desklet Di Linux ?

Salah satu hal yang saya pelajari hari ini adalah applet dan desklet, tadi kebetulan saya meng-install sebuah applet di Linux Mint 14 yang saya gunakan dimana OS tersebut desktop editor-nya menggunakan Cinnamon. Nah pada saat membuka halaman katalog download applet nya saya menemukan ada juga halaman download lainnya yaitu desklet. Apa sih applet dan desklet itu ? Applet dan desklet memiliki persamaan dan perbedaan, persamaannya dua-duanya boleh dibilang merupakan program mini, nah yang membedakannya adalah lokasi dimana dia berjalan, kalau applet dia berjalan di panel / taskbar, sedangkan desklet dari namanya juga tentu anda sudah bisa menebaknya bukan dia berjalan dimana ? ya.. desklet berjalan di desktop, seperti widget atau gadget lah kalau di Windows.

Cara Membuat Page Di Blogger, Apa Bedanya Page & Post ?

Tahukah anda bawah di Blogger itu ada 2 jenis halaman yang bisa anda buat ? yang pertama adalah Post dan yang kedua adalah Page ? apa sih bedanya Page dan Post ini ? Tadi saya membandingkan tampilan editor Page dan Post, perbedaan yang saya lihat di Page itu fitur editornya lebih sedikit, di Page saya tidak melihat adanya fitur Labels, Schedule, Permalink dan Location, semua fitur tersebut ada kalau di editor Post. Dari hasil browsing-browsing tadi, beberapa informasi yang saya dapatkan mengenai perbedaan Page dan Post ini adalah, halaman Page tidak menampilkan informasi tanggal publikasi, Page tidak akan disertakan di RSS feed dan tidak akan ikut ter-export jika suatu saat anda mem-backup blog anda.