Saya mulai mengenal adanya fitur
auto-complete pada Command Line Interface (CLI) Linux itu ketika beberapa waktu yang lalu meng-uninstall VirtualBox saya melalui command line. Dua kegunaan dari fitur auto-complete ini yang saya ketahui hingga saat ini adalah untuk meng-auto-complete nama file di harddisk pada saat melakukan perintah seperti install atau uninstall, dan satu lagi adalah untuk men-generate daftar perintah-perintah yang diawali dengan satu atau beberapa huruf yang kita ketikkan. Fitur auto-complete ini diaktifkan dengan cara menekan tombol
Tab pada keyboard, sebagai contoh ketika saya ingin meng-install program VirtualBox yang file installer-nya ada di harddisk saya maka saya ketikkan perintah
sudo dpkg -i virtualbox setelah itu saya tekan tombol Tab di keyboard saya, dan secara otomatis perintah yang saya ketikkan tadi nama file virtualbox-nya akan disesuaikan dengan nama file yang ada di harddisk saya menjadi seperti ini
sudo dpkg -i virtualbox-4.2_4.2.8-83876~Ubuntu~quantal_amd64.deb.
Kegunaan lainnya adalah untuk men-generate daftar perintah-perintah yang diawali dengan huruf yang kita ketikkan, misalnya kalau saya ketikkan kata
if lalu saya tekan tombol Tab sebanyak 2 kali di keyboard saya, maka akan muncul daftar perintah-perintah yang diawali dengan huruf if sebagai berikut:
- if
- ifconfig
- ifdown
- ifnames
- ifquery
- iftop
- ifup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar